Oleh: ummuali | 30/11/2009

Mempertajam KEYAKINAN

Karunia HIDAYAH

Robbanaa, laa tuziquluu banaa ba’da ijhhadaitana wahablana milladunkarahmatan innaka antal wahhaab…” (Q.S. Ali Imran [3]: 8).(Ya Tuhan kami, jangan jadikan hati ini condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk, dan karuniakan kepada kami rahmat dari sisimu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia).

“Dan orang yang dipimpin ALLAH, maka tiadalah orang yang akan menyesatkannya” (Q.S. Az Zumar [39]:37).

“Dan siapa yang disesatkan oleh ALLAH, maka tidak ada yang dapat menujukinya” (Q.S. Ar Ra’du [13]:33).

“Siapa yang diberi petunjuk (hidayah) oleh ALLAH maka ialah yang mendapat petunjuk hidayah, dan siapa yang disesatkan oleh ALLAH, maka tidak akan engkau dapatkan pelindung atau pemimpin untuknya’. “Sesungguhnya ALLAH membiarkan sesat siapa yang dikehendaki-Nya dan dipimpin-Nya siapa yang dikehendaki-Nya.” (Q.S. Al Fathir [35]: 8)

Mempertajam KEYAKINAN

1. Istiqomahkan Taubat

Taubat menurut bahasa artinya kembali. Makna taubat adalah kembali dan meninggalkan hal-hal yang dilarang atau dicela agama serta menjalankan perkara yang diharuskan dan yang dipuji agama. Taubat memiliki tingkatan-tingkatan. Yang mula-mula adalah kita taubat dari dosa-dosa besar, taubat dosa-dosa kecil, taubat dari perbuatan-perbuatan makruh, taubat dari perkara yang menyimpang dari keutamaan, taubat dari pandangan bahwa dirinya melakukan kebaikan, taubat dari keinginan hati yang tidak diridhoi Allah.

2. Perbanyak Istighfar

Adalah sunah mengakhiri setiap amalan dengan istighfar. Rasulullah saja mengajarkan kita beristighfar 3 kali selesai shalat fardhu apalagi amalan-amalan lain? Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah menjadikannya dari setiap kesulitan ada jalan keluarnya, dari setiap kesusahan ada kelapangan, serta Allah memberikan rezeki kepadanya tanpa di sangka-sangka.’ (Ibnu Hibban) “Tidak ada orang islam yang melakukan dosa, kecuali malaikat yang ditugasi mencatat dosa-dosanya menunggu tiga jam. Jika ia mau memohon ampun kepada Allah Ta’ala dalam saat-saat tersebut. Maka Allah Ta’ala tidak menganggapnya berdosa dan Allah tidak menyiksanya nanti di akhirat.” (Al-Hakim)

3. Jangan melupakan Dzikir

Tidak seorangpun akan sampai kepada Allah kecuali dengan Dzikir. Dzikir menjadi jalan tercepat menghasilkan terbukanya hati dan dzikir menjadi jalan tercepat bagi lembutnya kekerasan hati. Karena dengan dzikir kepada Allah terputuslah gerak hati yang dibisikkan syetan. Rasulullah Saw Bersabda, ‘Setiap anak cucu adam itu dihatinya pasti ada dua rumah, yang satunya ditempati malaikat (yang disebut malaikat ilham). Dan satu lagi ditinggali syetan (yakni yang dinamai was-was). Kalau anak cucu adam berdzikir kepada Allah, maka syetan mundur. Tetapi apabila ia tidak sedang berdzikir kepada Allah, maka syetan menancapkan paruhnya pada hati, membisikkan gangguan agar tidak taat kepada Allah.’ Dalam hadist Qudsi, Allah berfirman, “Aku sesuai dengan persangkaan hambaku kepada-Ku dan aku selalu bersamanya (menolongnya), kalau ia senantiasa ingat kepada-Ku. Jika ia menyebut asma-Ku di dalam hatinya, maka aku akan menyebutnya pada Dzat-Ku. Dan bila ia menyebut asma-ku di kalangan orang banya, maka Aku akan menyebutnya di kalangan makhluk yang lebih baik dari kalangannya.”

4. Jangan Melupakan Bangun Malam

Shalat tahajjud akan menjadi cahaya bagi orang mukmin kelak di akhirat, dan berjalan mengiringinya dari depan dan belakang. Jika seseorang merasa berat shalat malam dan kemalasan datang terus menerus, hendaknya menyelidiki dirinya, siapa tahu hal tersebut disebabkan maksiatnya. Rasulullah bersabda, “Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat pada waktu tengah malam.” (Imam Muslim)

5. Pelihara keikhlasan

Ikhlas adalah ketika kita merasa tidak berbuat. Betapapun kita telah berusaha keras dalam berbuat dan dilaksanankan dengan sebaik-baiknya, tetapi tanpa keikhlasan segalanya akan percuma. Ikhlas adalah pengikat amal. Tidak diterima amal seseorang jika tidak disertai keikhlasan. Sedikit tetapi dilaksanakan dengan ikhlas lebih mencukupi ketimbang amal yang banyak tanpa keikhlasan didalamnya. Dikatakan memelihara keikhlasan, maksudnya adalah ikhlaslah ketika akan beramal, saat beramal dan setelah beramal.

6. Takutlah Dengan Makanan Yang Haram

Barangsiapa makan makanan yang tidak halal, maka makanan itu akan menggerakkan anggota-anggota badannya untuk berbuat maksiat. Diantara kerusakan yang timbul lantaran makanan yang haram adalah, menghilangkan gairah berfikir dan lezatnya dzikir, membutakan mata hati, melemahkan agama, badan dan akal.

7. Perangi Hawa Nafsu

Lawanlah nafsumu dengan lapar ‘menurut yang ditentukan syara’, dan jaga (tidak banyak tidur). Nafsu sebelum dilatih laksana hewan liar, jika ditundukkan ia akan menurut. Cara yang ampuh untuk menundukkannya adalah dengan banyak berpuasa dan tidak banyak tidur.

8. Berlatih Banyak Diam

Untuk mempertajam keyakinan salah satu langkah yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjaga, juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam. (Hr Bukhari ) Menjaga diri dalam hal berbicara itu jauh lebih berat daripada menjaga diri terhadap makanan dan pakaian.

9. Luangkan waktu untuk berkhalwat dan beruzlah

Berkhalwat adalah menyendiri dengan mengosongkan hati dari segala hal selain Allah. Dan uzlah adalah mengisolasi diri dari pergaulan masyarakat. Tujuannya untuk membersihkan hati dan pikiran tentang makhluk.

10. Jangan Menyakiti atau Menganiaya Hamba Allah

Penganiayaan Hamba Allah itu ada 3 macam

– Berhubungan dengan diri dan orang  lain

– Berhubungan dengan harta benda

– Berhubungan dengan kehormatan

Insya Allah,….Ummu Ali


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: