Oleh: ummuali | 16/05/2009

Renungan pagi

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran : 185)

Tiap-tiap hari yang kita lalui,…jam demi jam,…menit demi menit,….detik demi detik,…sesungguhnya kita tidak menuju, kecuali kepada kematian kita,… yang sudah pasti datangnya,… Kita hanya tidak tahu kapan saatnya tiba.

Ini adalah rangkaian kata-kata yang mungkin sudah sering kita dengar, sangat familiar,…kita semua tahu, kita pasti meninggal. Namun,…tidakkah hati kita terusik untuk melakukan perenungan lebih dalam,…kita pasti meninggal, memang. Tapi,… bekal apa yang sudah kita persiapkan?

Terkadang kita terlena begitu lama dengan rutinitas hari-hari yang kita jalani, tanpa menyadari umur kita terus berkurang. Terkadang kita lupa mengevaluasi diri, adakah segala kesibukan kita bernilai ruhiah? Jikapun kita telah melaksanakan apa-apa yang telah diperintahkan oleh Allah, yakinkah kita amal-amal itu diterima disisi-Nya? Padahal kematian mengintai kita,…siapkah kita?

Siapapun kita,…kita tidak menuju kecuali kepada kematian kita,…

Bagiku, kata-kata diatas adalah “tempat” aku kembali,…pengingat,…ketika hati ini mulai beku,… ketika lantunan dzikir hanya sebatas  membasahi lidah,…ketika jarak dengan-Nya terasa jauh,… ketika saat-saat bermunajat kepada-Nya tidak lagi terasa nikmat.

Bagiku, kata-kata diatas adalah “tempat” aku kembali,…pengingat,…ketika kesibukan duniawi sedemikian menyita waktu,…ketika keinginan mengejar duniawi begitu mendominasi hati,…ketika harapan-harapan duniawi keras membelenggu pikiran.

Kita pasti mati. Siapapun kita,…kayakah, miskinkah, terhormatkah, terhinakah, pandaikah, bodohkah,…semua pasti melewati waktu demi waktu untuk menuju kematian kita masing-masing. Ini bukan pula tentang tua atau muda, sehat atau sakit. Jika ajal menjemput, tidak satupun akan luput.

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya…..” (QS. Ali ‘Imran : 145)

Saudara-saudaraku, setinggi apapun cita-cita dunia kita, kita pasti mati,…tergapai atau tidaknya citi-cita itu, kita pasti mati,…setinggi apapun jabatan dunia kita, kita pasti mati,…sebanyak apapun harta kita, kita pasti mati,…maka renungkanlah sejenak,…apa yang akan kita bawa untuk menghadap-Nya?

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).”(QS. Al- Baqarah : 281)

Ummu Ali


Responses

  1. assalamualaikum wr wb….ibu izin share ya terima kasih

    • Wa’alaikumsalam, silahkan ukhti, trimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: